Sukabumi, Januari 2026 — Sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, 12 mahasiswa semester 8 Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Institut Muslim Cendekia (IMC) melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Sekolah Tahfidz Qur’an At-Tartil Sukabumi.
Kegiatan ini berlangsung selama satu pekan, mulai 12 hingga 17 Januari 2026. Dan ditutup dgn pertemuan (Ikhtitam) pada Kamis, 22 Januari 2026 di ma’had At Tartil. Program PPL ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa PBA IMC untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam praktik pembelajaran nyata. Lebih dari sekadar kewajiban akademik, PPL juga menjadi bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung lembaga pendidikan Islam, khususnya yang berfokus pada tahfidz Al-Qur’an, melalui penguatan kemampuan bahasa Arab santri.
Dalam konteks pendidikan tahfidz, penguasaan bahasa Arab memiliki peran strategis sebagai bahasa Al-Qur’an dan sumber utama khazanah keilmuan Islam. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa PBA IMC di Sekolah Tahfidz At-Tartil diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam menunjang pemahaman santri terhadap Al-Qur’an dan ilmu-ilmu keislaman.
Selama pelaksanaan PPL, mahasiswa mengajar bahasa Arab dengan menggunakan kitab Arabiyah Baina Yadaik sebagai bahan ajar utama. Materi yang disampaikan meliputi qirā’ah (membaca), ḥiwār (percakapan), mufradāt, serta dasar-dasar nahwu, yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan santri. Proses pembelajaran dikemas dengan metode interaktif, komunikatif, dan tematik, sehingga santri tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam keseharian.
Antusiasme santri terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka terlibat aktif dalam sesi pembelajaran, berani berdialog, serta menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap materi bahasa Arab yang diajarkan.
Ketua kelompok PPL, Fajwah Jundullah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim.“PPL ini bukan hanya tentang mengajar, tetapi memberikan kami pengalaman yang berharga; belajar memahami karakter santri, mengelola kelas, dan menyesuaikan metode pembelajaran agar bahasa Arab terasa lebih dekat dan menyenangkan,” ujarnya.
Salah satu anggota mahasiswa PPL, M. Hanafi Ar Ridho, juga mengungkapkan kesan positifnya.“Mengajar langsung di lingkungan Ma’had Tahfidz memberikan pengalaman spiritual dan akademik sekaligus. Kami belajar bagaimana bahasa Arab bisa menjadi penunjang utama dalam memahami Al-Qur’an, tentunya kegiatan positif seperti ini sangat bermanfaat bagi kami yang akan terjun ke lapangan pendidikan tahun depan.” tuturnya.
Dari pihak Sekolah Tahfidz At-Tartil – sekaligus Alumni Ar Raayah (IMC), Ustadz Lukman Nuryansyah, S.pd, menyambut baik pelaksanaan PPL mahasiswa IMC.“Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa PBA IMC. Metode yang digunakan komunikatif dan mudah dipahami santri. Semoga silaturahmi dan kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Ustadz Aan Faturrahman, M.Pd, menegaskan bahwa PPL merupakan tahapan penting dalam pembentukan kompetensi calon pendidik bahasa Arab.“Melalui PPL, mahasiswa diuji tidak hanya dalam penguasaan materi, tetapi juga dalam sikap, komunikasi, dan tanggung jawab sebagai pendidik. Ini menjadi bekal penting sebelum terjun ke dunia pendidikan yang sesungguhnya,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman mengajar yang nyata, santri mendapatkan penguatan bahasa Arab sebagai penunjang tahfidz, serta terjalin sinergi positif antara IMC dan lembaga pendidikan Al-Qur’an. Ke depan, besar harapan agar kerja sama semacam ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang lebih luas bagi dunia pendidikan Islam.
Dengan semangat belajar, mengabdi, dan menginspirasi, kegiatan PPL ini menjadi bukti nyata komitmen IMC dalam mencetak generasi pendidik yang berilmu, berakhlak, dan siap berdakwah melalui jalur pendidikan.
#mc.ac.id #arraayah.ac.id #pmbarraayah