SUKABUMI – Institut Muslim Cendekia (IMC) kembali menegaskan komitmennya dalam peningkatan kualitas akademik dan pengembangan keilmuan melalui pelaksanaan program unggulan Visiting Professor Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026 ini mengangkat isu strategis dan relevan seputar transformasi teknologi serta esensi tridharma perguruan tinggi, berlangsung secara hibrida di Aula Kuliyyah IMC dan platform Google Meeting.
Mengusung dua tema besar, yaitu “Disrupsi Kecerdasan Buatan dalam Dunia Pendidikan” dan “Filosofi Pengabdian kepada Masyarakat”, kegiatan ini menghadirkan pakar ternama, Prof. Dr. Dede Rahmat Hidayat, M.Psi., Ph.D., sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa semester VI Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Agama Islam, dan Manajemen Pendidikan Islam serta seluruh jajaran dosen, serta pejabat struktural di lingkungan IMC.
Dalam sesi pembukaan yang berlangsung pukul 08.00 WIB, Wakil Rektor Bidang Akademik IMC, Muhammad Ni’amul Hanif, M.Pd dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis institusi untuk membuka ruang diskusi lintas keilmuan. “Program Visiting Professor bukan sekadar agenda rutin, melainkan jembatan penting bagi sivitas akademika untuk mengakses perspektif baru, pemikiran mutakhir, dan standar keilmuan yang relevan dengan dinamika zaman,” ujarnya.
Sesi kuliah umum yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB menjadi sorotan utama, di mana Prof. Dede Rahmat Hidayat memaparkan secara mendalam mengenai dampak kehadiran Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) terhadap sistem pendidikan. Narasumber menguraikan bagaimana disrupsi teknologi mengubah paradigma pembelajaran, metode penyampaian materi, hingga tantangan etika dan kemanusiaan yang harus dijawab oleh pendidik dan peserta didik. Beliau menekankan bahwa di tengah kemajuan teknologi yang pesat, peran manusia dalam memaknai ilmu dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan justru menjadi semakin krusial dan tidak tergantikan. Pemaparan yang dikemas secara komprehensif ini memicu antusiasme tinggi peserta yang terlibat aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

Memasuki sesi berikutnya, kegiatan berlanjut dengan Focus Group Discussion (FGD) Penelitian bertema “Filosofi Pengabdian kepada Masyarakat”. Berlangsung pukul 11.00–12.00 WIB, sesi ini secara khusus diperuntukkan bagi dosen dan pejabat struktural, diskusi ini menggali nilai-nilai filosofis dan landasan teoretis pengabdian masyarakat sebagai salah satu pilar utama Tridharma Perguruan Tinggi.
Diskusi berjalan secara interaktif dan kritis, membahas bagaimana konsep pengabdian tidak hanya dipahami sebagai aktivitas sosial, namun sebagai manifestasi ilmu pengetahuan yang tumbuh dari masyarakat, untuk kemudian dikembalikan dan memberi manfaat nyata bagi kemajuan masyarakat. Berbagai gagasan strategis terkait perencanaan dan pelaksanaan program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan lokal maupun nasional turut dipaparkan dan dikaji bersama.

Kegiatan ini berhasil membuktikan bahwa Institut Muslim Cendekia terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berbasis teori, namun juga peka terhadap perkembangan teknologi dan berakar kuat pada nilai-nilai pengabdian. Melalui kolaborasi akademik seperti ini, IMC optimis dapat terus melahirkan lulusan yang cerdas secara intelektual, mumpuni secara profesional, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan bangsa dan masyarakat.
#mc.ac.id #arraayah.ac.id #pmbarraayah